Posisi Produk
“Nalar Wacana membantu peneliti memahami sentimen, framing, narasi, aktor, dan isu utama dalam percakapan politik secara cepat, terstruktur, dan mudah dipahami.”
Untuk Siapa
- Peneliti komunikasi massa
- Dosen dan mahasiswa ilmu komunikasi
- Peneliti komunikasi politik
- Jurnalis dan analis media
- Tim riset kampus dan lembaga kajian
Prinsip Etis
- Netral. Tidak memihak partai, kandidat, atau koalisi. Tidak menjalankan kampanye, persuasi, atau penargetan pemilih.
- Deskriptif. Output bersifat analitis, bukan klaim faktual.
- Transparan. Hasil memisahkan apa yang ditemukan dalam teks, apa yang disimpulkan Nalar Wacana, dan apa yang masih butuh validasi manusia.
- Reflektif. Setiap laporan memuat catatan bias dan keterbatasan.
Keterbatasan
- Belum melakukan pengambilan data otomatis (scraping) dari X, TikTok, Instagram, atau situs berita.
- URL bersifat referensi — silakan tempel teks secara manual.
- Nalar Wacana dapat keliru menafsirkan sarkasme, ironi, idiom lokal, dan konteks budaya.
- Bukan representasi opini publik secara keseluruhan; hanya cerminan dari teks yang dianalisis.
- Proyek tersimpan secara anonim per perangkat (tanpa akun). Hapus data kapan saja dari halaman Riwayat.
Kerangka Teori
Analisis menggunakan kerangka komunikasi massa: framing (Entman), agenda setting (McCombs & Shaw), pemetaan aktor & isu, dan analisis retorika. Tujuannya membantu peneliti membangun bab analisis, kerangka coding, atau proposal — bukan menggantikan kerja interpretatif peneliti.